Pasalnya, tingkat konsumsi kudapan tradisional semisal keripik, kerupuk, kacang goreng, dan produk jajanan pasar lainnya, kerap menurun, menyusul peningkatan permintaan terhadap sejumlah produk kue kering.
Tidak jarang, untuk menutupi biaya produksi dan ongkos tenaga kerja yang tinggi, beberapa pengusaha dan perajin kudapan dituntut untuk kreatif, terutama dalam mevariasikan produk kudapan buatannya.
Hal ini pula yang dilakukan Ijah, salah seorang perajin kudapan skala rumah tangga, di Jalan Kolonel (Laut) Yos Sudarso, Lingkungan IX, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai.
Demi menutupi besarnya biaya produksi dan pemenuhan gaji karyawan, perempuan 45 tahun tersebut berinisiatif menambah variasi kudapan produksinya, terutama dengan menghasilkan beberapa produk kue kering khas Lebaran.
"Biasanya kita produksi keripik, popcorn, kacang garing, kerupuk dan alen-alen, dengan omset mencapai Rp 20 hingga 25 juta per hari.
Namun saat ini permintaan justru turun, bahkan hampir setengahnya," ujar Ijah kepada Analisadaily.com, Selasa (6/2017). "Jika pun hal tersebut tidak kita lakukan, darimana kita bisa menutupi ongkos produksi. Sementara karyawan kita pun butuh digaji dan harus diberikan THR (tunjangan hari raya-red)," pungkasnya.
Pembuatan kudapan lebaran di Kota Binjai Pembuatan kudapan lebaran di Kota Binjai Menurut Ijah, penambahan variasi produk kudapan dengan membuat beberapa jenis kue kering, merupakan hal yang biasa dia dilakukan, terutama menjelang momen hari besar semisal Idul Fitri, Imlek dan Tahun Baru.
Hanya saja menurutnya, produksi kue kering tidak sebanyak produksi kudapan tradisional. Sehingga wajar, jika produk tersebut hanya dijual terbatas, khususnya dalam memenuhi permintaan konsumen di dalam kota. "Kalau untuk kue kering, produksinya memang tidak banyak. Hanya sekitar 30 hingga 40 kg per hari.
Itu pun hanya dipasarkan di Kota Binjai. Meski begitu, hal ini cukup efektif untuk menutupi ongkos produksi yang tinggi," tukasnya.
Di sisi lain, menurut Ijah. Kue nastar nanas merupakan produk yang paling diminati konsumen di Kota Binjai. Sehingga tidak mengherankan, jika dirinya telah memproduksi kudapan tersebut sejak awal Ramadan.
"Kalau masalah harga, ya jelas beda. Sebab untuk keripik, kerupuk, kacang garing, popcorn, dan alen-alen, relatif lebih murah, antara Rp 20 hingga 30 ribu per kilogram.
Namun untuk kue kering, berkisar antara Rp 65 hingga 80 ribu per kilogram," ungkapnya.
AGEN POKER ONLINE TERBESAR DAN TERPERCAYA DI INDONESIA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar