Bournemouth menjalani bulan tak terkalahkan sepanjang Mei, namun bukan berarti berakhir maksimal. Skuat asuhan Eddy Howe hanya memetik lima angka dari tiga pertandingan, setelah mendulang satu kemenangan (versus Burnley) dan dua hasil imbang (melawan Stoke City dan Leicester City).
Hasil dari tiga pertandingan pamungkas tersebut membuat Bournemouth menyegel posisi sembilan, dan itu merupakan pencapaian yang cukup spesial mengingat musim lalu mereka nyaris terdegradasi pada posisi 16.
Catatan spesial lain yang diciptakan The Cherries adalah mencetak gol tercepat, mengungguli klub-klub lain. Junior Stanislas menjadi pemain yang mendapat lampu sorot, setelah ia membukukan gol kilat ke gawang juara bertahan, Leicester City pada laga pamungkas EPL akhir pekan lalu.
Pemain berusia 27 tahun tersebut sukses membobol gawang Kasper Schmeichel ketika waktu baru berjalan 59 detik. Meski tercepat bulan ini, gol itu belum bisa menyaingi rekor musim ini yang tercipta pada detik ke-30 yang diukir oleh Tom Davies (April), Pedro (Oktober) dan Romelu Lukaku (Februari).
Stanislas semakin menahbiskan posisinya di skuat utama Bournemouth berkat performanya tersebut, ia berhasil menyumbang tiga gol secara beruntun dalam tiga pertandingan terakhir EPL musim ini.
Gol kilat Stanislas menjadi yang tercepat, mengungguli gol-gol cepat lain seperti yang dicetak oleh David Silva pada menit kedua, Wilfried Zaha dan Manquillo pada menit ketiga, plus Vincent Kompany pada menit kelima.