foto

Selamat datang di www.dewakartu.net - Agen Poker IDN Online Terbesar dan Terpercaya di Indonesia

Kamis, 20 April 2017

ARTI ISYARAT RONALDO



Cristiano Ronaldo menginspirasi Real Madrid untuk menyisihkan Bayern Munich. Saat merayakan golnya, Ronaldo membuat sebuah isyarat. Apa maksudnya?


Bintang sepakbola Portugal itu mencetak hat-trick yang mengantarkan Madrid mengalahkan Bayern 4-2 dalam laga leg kedua perempatfinal di Santiago Bernabeu, Rabu (19/4/2017) dinihari WIB. Kemenangan itu meloloskan El Real ke semifinal ketujuh beruntun dengan agregat 6-3.


Ronaldo melakukan perayaan gol pertamanya dengan isyarat "Ssttt" usai menempatkan jari telunjuk di bibirnya. Bersamaan dengan itu, Ronaldo berlari menuju salah satu tribun yang dipenuh suporter Madrid.

Rupanya isyarat tersebut ditujukan oleh suporternya sendiri, yang mencibirnya di awal pertandingan. Ronaldo turut membungkam anggapan bahwa dirinya bukanlah pemain yang menentukan di pertandingan-pertandingan penting.

"Aku hanya minta supaya mereka tidak bersiul kepadaku," ungkap Ronaldo kepada Antena 3, yang dilansir Soccer Way. "Aku selalu memberikan yang terbaik, aku bekerja dan aku membantu Real Madrid."

"Aku tidak memimta mereka untuk diam saja -- tidak pernah. Tapi aku mengambil sisi positifnya. Tim bagus, kami bermain dengan baik dan sudah jelas aku gembira dengan gol-golku."

AS MONACO 3-1 BORUSSIA DORTMUND



AS Monaco kembali meraup kemenangan di leg kedua kontra Borussia Dortmund. Bermain di Stade Louis II, klub kerjaan menang 3-1, hasil yang membawa The Red And White ke semi-final dengan keunggulan agregat 6-3.


Di perjumpaa pertama, pasukan Thomas Tuchel juga dipaksa menyerah dari skuat Leonardo Jardim, 3-1.


Tanda-tanda kemenangan Monaco sudah terlihat saat laga baru berusia tiga menit, gawang yang dikawal Roman Burki jebol. Adalah pemain yang tengah naik daun di Ligue 1 Prancis, Kylian Mbappe, yang mengepak gol pembuka.


Keunggulan satu bola ini membawa Monaco semakin bernafus untuk mencetak gol berikutnya. Berselang 14 menit, Radamel Falcao turut menamakan diri di papan skor setelah memaksimalkan umpan Thomas Lemar.
Masing-masing tim memasuki ruang ganti, papan skor menunjukkan angka 2-0 untuk kemenangan sementara Monaco.

Seusai interval, Dortmund coba menemukan momentumnya. Kehadiran Ousmane Dembele sebagai pemain pengganti cukup memberikan pengaruh positif. Tiga menit setelah kick-off babak kedua, duta Bundesliga Jerman ini memperkecil keadaan melalui Marco Reus. Sang bintang mengoptimalkan sodoran dari Dembele.


Namun, Jardim juga tak kalah hebatnya dalam membuat keputusan di babak kedua. Di sepuluh menit terakhir, dia menarik striker mudanya, Mbappe, untuk menerjunkan sang senior, Valere Germain.


Luar biasa, kurang dari semenit sejak dia menginjakkan kaki di lapangan, Germain langsung mengemas gol! Skor 3-1 ini bertahan sampai kedua bersalaman.

SAMI KHEDIRA MENDAPATKAN KARTU KUNING




Sami Khedira dipastikan absen saat Juventus melakoni laga leg pertama semi-final Liga Champions musim ini.

Itu tak lepas dari kartu kuning yang diterima gelandang asal Jerman itu saat menekel Luis Suarez pada menit ke-64 dalam duel tanpa gol leg kedua perempat-final lawan Barcelona, yang menyegel kemenangan agregat Bianconeri 3-0.


Kartu kuning tersebut merupakan yang ketiga diterima Khedira dalam kompetisi musim ini, setelah sebelumnya ia mendapatkan hukuman serupa dalam partai leg pertama di Turin sepekan sebelunya serta saat memetik kemenangan atas Sevilla di fase grup.


Sementara dua penggawa Juventus lainnya, Juan Cuadrado dan Mario Mandzukic terhindar dari akumulasi kartu dan bisa turun secara bersamaan di leg pertama.


Menunggu hasil undian semi-final, Juventus berpeluang untuk menghadapi Atletico Madrid, Real Madrid atau AS Monaco yang juga sama-sama menembus empat besar.

BARCELONA GAGAL MENYAMAKAN KEDUDUKAN



Barcelona gagal memanfaatkan kesempatan untuk menyamai suatu rekor di ajang Liga Champions setelah mereka tersingkir dari kompetisi di tangan Juventus.
 
Tim asuhan Luis Enrique itu kalah agregat 3-0 dari Juve di babak perempat-final setelah laga leg kedua yang berlangsung di Camp Nou, Kamis (20/4) dini hari WIB berakhir imbang 0-0.


Jika saja berhasil meraih kemenangan di laga itu, maka mereka akan meraih 16 kemenangan beruntun dalam ajang Liga Champions yang berlangsung di markasnya sendiri. Pencapaian tersebut akan menyamai rekor milik Bayern Munich dalam meraih kemenangan beruntun di kandang.


Akan tetapi pertahanan Juve - yang hanya kebobolan dua gol dalam sepuluh laga di Eropa - mengentikan perjalanan Barca dalam menyamai rekor tersebut.


Kemenangan beruntun Barca di kandang dalam ajang Liga Champions semua tercipta di era kepelatihan Luis Enrique. Deretan kemenangan itu berawal pada September 2014 ketika mereka menang 1-0 atas APOEL.


Sebelum hasil imbang kontra Juve, terakhir kali Barca gagal menang di kandang dalam ajang Liga Champions terjadi pada April 2014, ketika imbang 1-1 pada babak perempat-final kontra Atletico Madrid di era pelatih Gerardo Martino, mereka kemudian tersingkir dari kompetisi setelah kalah agregat 2-1.


Meski kemenangan beruntun di kandang telah berakhir, Barca masih memiliki catatan yang hebat dalam hal tidak terkalahkan di stadionnya sendiri dan berpeluang mereka pertahankan di kompetisi musim depan.


Terakhir kali Barca mengalami kekalahan di kandang adalah saat takluk 3-0 dari Bayern Munich pada Mei 2013, hasil tersbebut membuat mereka tersingkir dengan agregat 7-0.