foto

Selamat datang di www.dewakartu.net - Agen Poker IDN Online Terbesar dan Terpercaya di Indonesia

Jumat, 19 Mei 2017

ARSENAL SUKSES MERAIH KEMENANGAN DENGAN SCORE 2-0



Arsenal sukses menjaga asa untuk finis di empat besar klasemen akhir Liga Primer Inggris musim ini selepas meraih kemenangan 2-0 saat menjamu Sunderland di Emirates Stadium, Rabu (17/5) dini hari WIB.
Advertisment


Membutuhkan kemenangan, The Gunners langsung berusaha mendominasi permaian sejak awal. Alexis Sanchez sebenarnya bisa membuka keunggulan tuan rumah menit kedelapan andai golnya tak dianulir karena bola tembakannya sempat menyentuh tangan Olivier Giroud.

Sunderland yang sebenarnya sudah dipastikan terdegradasi mampu memberikan perlawanan sengit dan pertahanan solid mereka membuat lini depan Arsenal frustasi. Hingga pertengahan babak pertama Jordan Pickford tak begitu dibuat sibuk mengawal gawangnya.

Beberapa saat menjelang turun minum, Arsenal punya kans matang untuk bisa memecah kebuntuan. Hanya saja penyelamatan gemilang Pickford berhasil mementahkan sundulan akurat yang dilepaskan Rob Holding selepas menerima sepak pojok Aaron Ramsey.

Di babak kedua Arsenal juga terus berusaha untuk mengurung pertahanan lawan. Tapi justru mereka terancam kebobolan beberapa saat setelah jeda, Sunderland mendapatkan tendangan bebas di dalam kotak penalti namun eksekusi Sebastian Larsson dihalau Granit Xhaka.

Pickford terus menerus mampu membendung tekanan anak asuh Arsene Wenger hingga pertengahan babak kedua, sebelum akhirnya benar-benar dibuat takluk menit 72' ketika tendangan akurat Sanchez yang meneruskan umpan Mesut Ozil bersarang ke gawang Sunderland.

Sanchez kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menggandakan keunggulan Arsenal menit 81' setelah menyambar bola pantulan hasil eksekusi Giroud. Sejumlah pergantian dilakukan kedua tim di sisa waktu membuat tempo pertandingan menurun dan Arsenal sukses mempertahankan keunggulan.









LIGUE 1 PERANCIS KEMBALI MENARIK





Bagi Andre-Pierre Gignac, menyaksikan dominasi Paris Saint-Germain di panggung domestik sepakbola Prancis dalam empat tahun terakhir ini adalah sesuatu yang memuakkan. Sebagai eks juru gedor Olympique Marseille, rival pahit PSG, Gignac memang antipati terhadap segala hal yang berbau tim ibu kota Prancis itu.

Sejak uang Qatar mengambilalih kendali klub pada 2011, Les Parisiens memang amat perkasa. Empat titel Ligue 1 Prancis beruntun mampu mereka caplok (2012-2016), termasuk treble domestik di musim 2014/15 dan 2015/16. Dominasi PSG itu barangkali membuat Gignac memilih meninggalkan Prancis pada 2015 dan berkarier di Meksiko bersama Tigres UANL.

“Saya benci PSG. Saya lebih baik mati ketimbang bergabung dengan mereka. Sekalipun PSG menggaji saya sepuluh kali lipat, saya tetap tidak mau ke sana,” kata Gignac, yang juga mengaku girang bukan kepalang ketika PSG dihajar Barcelona 6-1 dan tersingkir secara dramatis dari Liga Champions beberapa waktu lalu.

Namun, tidak ada yang abadi dalam sepakbola. Kedigdayaan PSG ternyata luntur di musim 2016/17. Adalah AS Monaco yang membuat PSG batal menyamai pencapaian Olympique Lyon, pemegang rekor titel Ligue 1 beruntun terbanyak dengan tujuh gelar (2001-2007). Gignac boleh jadi tersenyum lebar dengan keberhasilan Monaco memutus rantai dominasi PSG ini.

Meski ditinggal pergi Zlatan Ibrahimovic dan berada di bawah arahan pelatih anyar Unai Emery, PSG di atas kertas tetaplah tim terkuat di Prancis. Kekuatan finansial tak terbatas dan deretan pemain bintang di setiap lini membuat tim mana pun di Prancis bakal gentar untuk melabrak sang raksasa ibu kota. Tapi tidak untuk sekumpulan anak muda Monaco.

Klub dari negara kerajaan di pesisir selatan Prancis itu ternyata punya senjata yang ampuh untuk menantang dan meruntuhkan hegemoni PSG: para pemain muda berbakat yang dirasuki doktrin sepakbola menyerang.

Monaco tercatat memiliki skuat termuda di Ligue 1 2016/17, dengan rataan umur 23,45 tahun. Nice, yang juga bersaing dengan Monaco dan PSG di papan atas, memiliki skuat termuda kedua (23,73). Faktanya, PSG kepayahan menghadapi dua tim anak muda itu, bahkan tidak pernah menang di Ligue 1 musim ini.

Bermodalkan pemain muda itulah pelatih Leonardo Jardim meracik sebuah tim yang paling mencuri perhatian di musim ini. Dilihat dari jumlah gol saja, penampilan Monaco di musim ini terbilang sangat menarik dan seksi.

Hingga jelang pekan pamungkas Ligue 1 musim ini, Monaco sudah mengemas 104 gol. Ini merupakan catatan gol terbanyak ketiga dalam sejarah Ligue 1. Les Monegasques bahkan hanya kalah produktif dari Barcelona (112 gol) dari lima liga top Eropa musim ini.

Berkat gelontoran gol demi gol tersebut, Monaco terus memuncaki klasemen Ligue 1 sejak pekan ke-20 sebelum titel juara mereka segel lewat kemenangan 2-0 atas Saint-Etienne, Kamis (18/5) dini hari WIB. Ini adalah gelar liga kedelapan Monaco setelah terakhir kali meraihnya di musim 1999/00.

Istimewanya, kemenangan atas Saint-Etienne itu menandai kemenangan beruntun Monaco dalam sepuluh partai liga terakhir, yang menjadi rekor klub. Mereka juga tidak pernah gagal mencetak gol dalam 31 journee terakhir. Tidak ada klub Prancis yang pernah melakukan itu sebelumnya dalam satu musim kompetisi.

Membicarakan kedahsyatan Monaco di musim ini, belum sempurna rasanya jika tidak menyebut salah satu bocah ajaib bernama Kylian Mbappe. Di usia yang belum genap 20 tahun, Mbappe mampu memikul tanggung jawab sebagai mesin gol Monaco, lewat torehan 15 gol dan delapan assist di Ligue 1 musim ini.

Bernardo Silva, Kylian Mbappe Fabinho MonacoSilva (22), Mbappe (19), Fabinho (23) – trio pilar Monaco.

Ia bahkan sudah mengemas 26 gol di semua ajang, membuatnya kian pas disebut sebagai titisan Thierry Henry, legenda Prancis yang juga jebolan Monaco. Dengan dampingan penyerang senior Radamel Falcao, yang di musim ini kembali menemukan jati dirinya, bukan tidak mungkin Mbappe bakal menjadi superstar baru di masa depan.

Selain Mbappe, jangan lupakan peran krusial Thomas Lemar, Bernardo Silva, Fabinho, Tiemoue Bakayoko, Benjamin Mendy – yang semuanya berusia di bawah 24 tahun dan sudah menjadi tulang punggung Tim Merah-Putih.

Performa gemilang di Ligue 1 secara otomatis menular ke kompetisi lain. Di Liga Champions, Monaco berhasil menembus semi-final sebelum dihentikan oleh Juventus. Kiprah Monaco di dua piala domestik juga tidak terlalu mengecewakan meski akhirnya digagalkan PSG, masing-masing di babak semi-final Coupe de la Ligue dan final Coupe de France.

Pada akhirnya, melejitnya Monaco di musim ini sudah cukup untuk membuat sepakbola Prancis kembali bergairah, segar, dan tidak monoton.




MANAHATI LESTUSEN DAN BOAZ SOLOSSA MENDAPATKAN PERINGATAN



Aksi tidak sportif yang diperlihatkan Manahati Lestusen kepada pemain PSM Makassar Marc Klok berujung kepada sanksi komisi disiplin (Komdis) PSSI. Gelandang PS TNI itu dijatuhi larangan bermain di tiga pertandingan Liga 1 2017, dan denda Rp10 juta.

Keputusan ini dikeluarkan Komdis setelah menggelar rapat kemarin, karena menganggap Manahati mencekik leher Klok ketika PS TNI menjamu PSM, Senin (15/5). Hanya saja, sanksi yang diberikan kepada Manahati ini masih berupa putusan sementara.

“Putusan sementara terhadap pemain PS TNI Manahati Lestusen dikenakan sanksi tiga kali larangan bermain pada kompetisi Liga 1 tahun 2017, dan denda Rp 10 juta, karena mencekik pemain PSM Makassar Marc Anthony Klok,” demikian pernyataan Komdis dilansir laman PSSI.

Komdis juga menjatuhkan sanksi kepada striker Persipura Jayapura Boaz Solossa berupa larangan bermain dua kali, karena melakukan protes berlebihan kepada asisten wasit.

Nasib serupa juga didapat Dragan Djukanovic. Pelatih Borneo FC ini dianggap keluar dari area teknik dan melakukan protes berlebihan kepada wasit. Selain sanksi larangan mendampingi tim di dua laga, Djukanovic juga dikenakan denda sebesar Rp10 juta.


Sedangkan pemain Perseru Serui Moch Zaenuri yang menyikut striker PSM Makassar Reinaldo Elias da Costa hingga pingsan mendapat hukuman berat. Zaenuri dihukum tak boleh tampil di lima pertandingan, serta dengan Rp 10 juta.

Dari kompetisi Liga 2, pemain Mojokerto Putra Indra Setiawan dihukum larangan tampil di tiga pertandingan, dan denda Rp10 juta, karena dinilai sengaja mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai pemain Persik Kediri Febly Gushendra.

Berikut sanksi lainnya yang dikeluarkan Komdis:

1. Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persela Lamongan dikenakan sanksi denda Rp10 juta, karena penonton menyalakan flare.

2. Panpel pertandingan PS Bangka dikenakan sanksi denda Rp10 juta, karena penonton PS Bangka melakukan pelemparan botol ke bench 757 Kepri.

3. Panpel pertandingan Mojokerto Putra dikenakan sanksi denda Rp10 juta, karena penonton melakukan pelemparan botol ke bench Kalteng Putra.

4. Panpel pertandingan Persipur Purwodadi dikenakan sanksi denda Rp15 juta, karena penonton masuk hingga sentel ban, dan melakukan pelemparan ke arah bench Persis Solo.

5. Tim Persis Solo dikenakan sanksi denda Rp10 juta, karena suporter masuk ke dalam lapangan untuk melakukan selebrasi gol.

6. Panpel pertandingan Persibas Banyuwangi dikenakan sanksi denda Rp10 juta, karena penonton yang tidak teridentifikasi menyalakan flare.

7. Panpel pertandingan Persebaya Surabaya dikenakan sanksi denda Rp15 juta, karena supporter menyalakan flare.

HASIL PERTANDINGAN 19 MEI 2017

Jumat, 19 Mei 2017
Liga Primer
FT
Leicester City FCLeicester City FC
1 - 6
Tottenham Hotspur FCTottenham Hotspur FC
Serie B
FT
Ascoli Picchio FC 1898Ascoli Picchio
1 - 2
Ternana CalcioTernana
FT
US AvellinoAvellino
2 - 1
US LatinaLatina
FT
Brescia CalcioBrescia
2 - 1
ASD Trapani CalcioTrapani
FT
Carpi FC 1909Carpi
2 - 0
Novara CalcioNovara
FT
AC CesenaCesena
0 - 0
Hellas Verona FCHellas Verona
FT
Frosinone CalcioFrosinone
2 - 1
FC Pro Vercelli CalcioPro Vercelli
FT
Perugia CalcioPerugia
3 - 2
US Salernitana 1919Salernitana
FT
AC Pisa 1909Pisa
0 - 3
Benevento CalcioBenevento
FT
Società Polisportiva Ars et Labor 2013SPAL
2 - 1
FC Bari 1908Bari 1908
FT
Vicenza CalcioVicenza
0 - 1
ASD Spezia Calcio 2008Spezia
FT
ACD Virtus EntellaVirtus Entella
4 - 1
AS CittadellaCittadella




JADWAL PERTANDINGAN SABTU 20 MEI 2017

Sabtu, 20 Mei 2017
Liga 1
15:00
Bhayangkara Surabaya UnitedBhayangkara
vs.
Semen Padang FCSemen Padang
18:30
Mitra Kutai Kartanegara FCMitra Kukar
vs.
Persatuan Sepakbola SeruiPerseru Serui
18:30
Persatuan Sepak Bola Indonesia BandungPersib
vs.
Borneo FCBorneo
Kejuaraan Dunia Yunior
12:00
Venezuela Under 20Venezuela U20
vs.
Germany Under 20Germany U20
14:30
Argentina Under 20Argentina U20
vs.
England Under 20England U20
15:00
Vanuatu Under 20Vanuatu U20
vs.
Mexico Under 20Mexico U20
18:00
Korea Republic Under 20Korea Republic U20
vs.
Guinea Under 20Guinea U20
Serie A
23:00
AC Chievo VeronaChievo
vs.
AS RomaRoma
Divisi Primera
01:45
Granada CFGranada
vs.
Reial Club Deportiu EspanyolEspanyol
22:00
Real Sporting de GijónSporting Gijón
vs.
Real Betis BalompiéReal Betis
Bundesliga
20:30
FC Bayern MünchenBayern München
vs.
SC FreiburgFreiburg
20:30
BV Borussia 09 DortmundBorussia Dortmund
vs.
SV Werder BremenWerder Brema
20:30
Borussia VfL MönchengladbachBorussia M'gladbach
vs.
SV Darmstadt 1898Darmstadt 98
20:30
1. FC KölnColonia
vs.
1. FSV Mainz 05Mainz 05
20:30
Eintracht FrankfurtEintracht Francoforte
vs.
Rasen Ballsport LeipzigRB Leipzig
20:30
Hamburger SVHamburger SV
vs.
VfL WolfsburgWolfsburg
20:30
Hertha BSCHertha BSC
vs.
Bayer 04 LeverkusenBayer Leverkusen
20:30
TSG 1899 HoffenheimHoffenheim
vs.
FC AugsburgAugsburg
20:30
FC Ingolstadt 04Ingolstadt
vs.
FC Schalke 04Schalke 04
Eredivisie
23:30
FC UtrechtUtrecht
vs.
SC HeerenveenHeerenveen
Agregat 3 - 1
MLS
06:30
New York Red BullsNew York RB
vs.
Toronto FCToronto FC
J1 League
12:00
Albirex NiigataAlbirex Niigata
vs.
Consadole SapporoConsadole Sapporo
12:00
Júbilo IwataJúbilo Iwata
vs.
Kashiwa ReysolKashiwa Reysol
12:00
Urawa Red DiamondsUrawa Reds
vs.
Shimizu S-PulseShimizu S-Pulse
12:00
Ventforet KofuVentforet Kofu
vs.
Sanfrecce HiroshimaSanfrecce Hiroshima
12:00
Yokohama F. MarinosYokohama F. Marinos
vs.
Vegalta SendaiVegalta Sendai
14:00
Omiya ArdijaOmiya Ardija
vs.
Cerezo OsakaCerezo Osaka
17:00
Gamba OsakaGamba Osaka
vs.
Sagan TosuSagan Tosu
17:00
Vissel KobeVissel Kobe
vs.
FC TokyoTokyo
Segunda División
01:00
Rayo VallecanoRayo Vallecano
vs.
Club Gimnàstic de TarragonaGimnàstic Tarragona
02:00
Getafe Club de FútbolGetafe
vs.
Elche CFElche